Bagian Sistem Politik Orde Baru

HWK sebagai bagian dari Sistem Politik Orde Baru telah melakukan gerak langkah untuk memajukan kaum wanita sebagai berikut :

a) Memberikan Pendampingan dan Pembelajaran Wanita Indonesia untuk memahami manajemen sebagai sebuah praktek dalam berbagai kegiatan masyarakat.

b) Menyusun konsep Cetak Biru PKK yaitu pendidikan untuk wanita melalui program pendidikan keluarga.

c) Menyusun infrastruktur Tiga Kekuatan Besar Wanita yaitu Kowani, Dharma Pertiwi dan Dharma Wanita di dalam lingkar kendali kekuasaan Orde Baru guna mendukung sukses program pembangunan waktu itu.

d) Mensosialisasikan perlunya transformasi tema lama gerakan perempuan dari “Perjuangan Wanita dengan Hak dan Kedudukan Wanita” menjadi tema baru “Peran Wanita dalam Pembangunan Nasional”.

e) Mengembangkan pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah melalui konsep Mix Farming dan diterima Dharma Karang Kitri sebagai sebuah konsep gerakan masyarakat.

f) Mengembangkan Pendidikan Dasar Anak untuk masyarakat pedesaan pada umumnya dan khususnya untuk memberantas tingginya angka buta huruf.

g) Mengelola gagasan untuk memfokuskan seluruh kegiatan perempuan Indonesia tertuju pada mensukseskan Pembangunan Nasional.

h) Mengembangkan Kerajinan dan Industri Kecil di pedesaan.

i) Mengembangkan Kualitas Industri Kecil Nasional melalui penyelenggaraan Lomba Desain Tekstil yang berkesinambungan.

j) Menyelenggarakan Gerak Jalan Kartini secara regular sehinggga menjadi sebuah gerakan yang diikuti dan dikembangkan oleh organisasi pemerintah maupun swasta.

k) Mendirikan Badan Konsultasi Hukum dan Keluarga dan juga melakukan penguatan pendirian Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).

l) Mengelola “Lost Generation” dengan mendirikan Yayasan Kunti yang menangani anak terlantar, yatim piatu dan anak asuh.

m) Merintis pemikiran untuk menanggulangi Kemerosotan Kualitas Generasi Muda khususnya pada permasalahan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat adiktif.

n) Melaksanakan Program Pendidikan Perkaderan dan Kepemimpinan Wanita.

o) Mendirikan PPSEAWA Indonesia.

p) Memulai pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi dengan mengembangkan Wahana Ekonomi Koperasi Wanita sebagai usaha bersama untuk pemasaran.

q) Mendirikan Karang Lansia.

r) Mendirikan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Anak Republik Indonesia (LEPKARI, sebuah orsganisasi yang fokus kepada pengembangan bakat remaja).

s) Menjadi bagian dari usaha pemerintah dalam meratifikasi kesepakatan internasional untuk melarang diskriminasi terhadap wanita.

Ketika menjadi bagian Sistem Politik Orde Baru HWK mengalami berbagai peristiwa sosial dan politik baik yang memiliki dampak positif maupun negatif terhadap organisasi. Pada saat Orde Baru tumbang dan berganti ke Orde Reformasi HWK banyak mendapat cercaan dan dipermalukan karena telah menjadi mitra kerja Golkar dan menjadi bagian dari kekuasaan Orde Baru dan tentunya hal demikian sedikit banyak berdampak negatif pada organisasi.

Sedangkan dampak positifnya adalah menjadi kebanggaan tersendiri ketika HWK telah menjadi wadah penggodokan pemikiran dan pengembangan diri kaum wanita Indonesia. Keberhasilan ini ditandai dengan duduknya beberapa tokoh HWK dalam jajaran kabinet di era Orde Baru seperti :

a) Ibu Prof. Nani Soedarsono, SH, Ph.D. (Ketua Umum HWK)

b) Ibu Sulasikin Moerpratomo (Ketua HWK)

c) Ibu Mien Sugandhi (Ketua HWK)

d) Ibu Inten Soeweno (Sekjen HWK)

e) Ibu Sri Rejeki Sumaryoto, SH (Ketua HWK)

f) Ibu Prof. Dr. Yaumil Agoes Akhir (Ketua HWK)

Bertahan di Orde Reformasi

HWK yang terus ingin tetap bertahan di Orde Reformasi telah melakukan langkah- langkah strategis sebagai berikut :

a) Menjadi salah satu pelopor penyatuan gerakan perempuan dengan mempelopori Forum Dialog Wanita tentang “Peningkatan Potensi Produktif Wanita Indonesia menuju Abad 21”.

b) Menjadi pelopor pelaksanaan seminar yang dilakukan oleh Forum Dialog Wanita tentang “Damai itu Indah” yang mengonsepkan pemberdayaan wanita dalam suasana yang mampu menciptakan, menggerakkan dan memelihara perdamaian serta membawa konsep ini dalam konferensi PPSEAWA di Cook Island.

c) Melakukan reposisioning ketika Golkar bermetamorfosa menjadi Partai Politik sesuai dengan UU Ormas dan UU Kepartaian yang ada.

Eksis Sampai Sekarang

HWK tetap bertahan dan berkembang sampai saat sekarang terutama dengan langkah- langkahnya yang telah dilaksanakan sebagai berikut :

HWK tetap bertahan dan berkembang sampai saat sekarang terutama dengan langkah- langkahnya yang telah dilaksanakan sebagai berikut :

b) Mereposisi organisasi menjadi organisasi yang non partisan dan tetap konsisten menghimpun dan menggerakkan kader wanita profesional di dalam masyarakat yang menonjolkan capaian karya profesional.

c) Mereposisi organisasi menjadi organisasi yang lebih terbuka dan mandiri dalam menghadapi dinamika masyarakat menuju tatanan Indonesia masa depan yang moderen.

d) Mereposisi organisasi menjadi ormas yang terbuka dan mandiri dalam misinya untuk mempersatukan wanita Indonesia yang profesional dan produktif dalam pembangunan nasional.

e) Melakukan konsolidasi organisasi untuk lebih memperkuat dan memantapkan struktur organisasi sampai ke tingkat desa serta mempertegas jalur vertikal dan horizontral yang ada di organisasi.

HWK dalam perjalanan sejarahnya telah melintasi 4 (empat) zaman seperti dijelaskan di atas disertai berbagai gerak langkah dengan berbagai pencapaiannya. Diharapkan bahwa di masa yang akan datang peran organisasi pergerakan wanita yang demikian harus mampu dipertahankan dan lebih dikembangkan serta terus mampu memberikan manfaat kepada anggota dan lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.